Atasi Ketidaksetaraan Gender, Melalui Pelatihan Peningkatan Kesadaran Hukum Berperspektif Gender

Agus Ismanto
.
Jum'at, 16 September 2022 | 15:32 WIB
Praktisi hukum Bachrul Amiq, saat menyampaikan materi pelatihan kesetaraan gemnder di Hotel Aston Gresik, Sabtu (10/9) pekan kemarin

GRESIK, iNews.id - Rendahnya kesetaraan gender di Kabupaten Gresik mendorong lembaga riset Faqih Usman Center (FUC) menggelar Pelatihan Peningkatan Kesadaran Hukum Berperspektif Gender . Pelatihan ini, digagas FUC berkolaborasi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di Hotel Horison Gresik, Sabtu (10/9) pekan kemarin.

Pelatihan dalam rangka semarak Pra-Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Gresik ini menghadirkan sejumlah nara sumber yakni Faqih Usman, anggota DPRD Gresik dari Partai Amanat Nasional (PAN), Soerati Mardhiyaningsih sekretaris Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, dan Bachrul Amiq praktisi Hukum. 

Sedangkan, pesertan pelatihan yakni para pegiat dan aktivis organisasi otonom dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Gresik, diantaranya ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Pemuda Muhammadiyah.

Ketua FUC, Ahmad Faizin Karimi, mengatakan,  pasca pelatihan, para peserta diharapkan turut aktif mengampanyekan kesadaran gender.  Capaian kesetaraan gender di kabupaten Gresik lebih rendah dari Provinsi dan Nasional. 

"Ini  menjadi salah satu permasalahan pembangunan di Kabupaten Gresik,” terang Ahmad Faizin. 

Dikatakanya, Indeks Pembangunan Gender (IPG)  menunjukkan ketimpangan pembangunan manusia laki-laki dengan perempuan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), IPG Gresik pada tahun 2021 sebesar 90,20 lebih rendah dari Provinsi Jawa Timur sebesar 91,67 dan Nasional sebesar 91,27. 
"Capaian IPG Gresik berada di  urutan ke-23 di antara Kabupaten/Kota di Jawa Timur," ungkapnya. 

Lebih jauh, Faizin menjelaskan, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) di Gresik  juga rendah. IDG menunjukkan keterlibatan perempuan berperan dalam kehidupan ekonomi dan politik.  Pada tahun 2021 IDG Gresik menempati urutan ke-13 di Jawa Timur. IDG di Gresik sebesar 71,48 jauh di bawah IDG Jawa Timur 76,26 dan IDG Nasional sebesar 72,36. 

“Secara individual, perempuan harus meningkatkan kapasitasnya untuk berkompetisi. Namun secara struktural, harus ada kesadaran akan kesetaraan. Pemerintah telah menetapkan target pembangunan gender, dan ini membutuhkan peran masyarakat agar capaian Kabupaten Gresik bisa lebih baik di tahun mendatang,” ujar pria yang berprofesi sebagai peneliti inovasi tersebut. 

Di sisi lain, banyak persoalan sosial dan hukum yang menempatkan perempuan sebagai korban. Seperti Kekerasan dalam Rumah Tangga, perceraian, penelantaran, hingga eksploitasi seksual. Kasus-kasus ini bisa memperparah rendahnya pembangunan dan pemberdayaan gender. 

"Karena itu, pengetahuan mengenai kesetaraan gender penting untuk diketahui, dipahami, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya

Editor : Agus Ismanto
Bagikan Artikel Ini