Meski Wabah PMK Merebak, Tidak Mempengaruhi Minat Warga Berkurban

Agus Ismanto
.
Sabtu, 09 Juli 2022 | 14:06 WIB
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di sejumlah lokasi di Gresik mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, Sabtu, (9/7/2022).

GRESIK, iNews.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, tidak mengurangi minat warga kota santri Gresik berkurban. 

Terpantau dari pelaksanaan pemotongan hewan kurban di sejumlah lokasi di Gresik mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, Sabtu, (9/7/2022).

Lokasi pemotongan hewan kurban Ranting Muhammadiyah Suci Manyar, pada tahun ini menyediakan sebanyak 15 ekor. Meningkat 2 ekor dibandingkan tahun sebelumnya. 

Peningkatan jumlah hewan kurban, juga terjadi di sejumlah lokasi pemotongan lain, diantaranya perguruan Muhammadiyah Giri Kebomas, Masjid Ahmad Dahlan, dan Ranting Muhammadiyah Graha Bunder Asri. 

Budi Masruri, panitia kurban Ranting Muhammadiyah Graha Bunder Asri Gresik, mengatakan, jumlah kurban tahun ini sebanyak 7 ekor sapi, meningkat 2 ekor dibandingkan tahun kemarin. "Alhamdulillah wabah PMK tidak mengurangi semangat jamaah," kata Budi Masruri, panitia kurban Ranting Muhammadiyah Graha Bunder Asri Gresik.

Dari sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban yang warga Muhammadiyah Gresik, penurunan hanya terjadi di Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB. 

"Bukan,karena wabah PMK. Namun, disebabkan waktu kurban berdekatan dengan awal masuk sekolah. Sehingga sebagian jamaah mengalokasikan dananya untuk pembiayaan pendidikan," terang Slamet Hariyadi, panitia kurban PCM GKB. 

Meskipun demikian, lanjutnya, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini masih cukup banyak. "Tahun ini mampu menyediakan sebanyak 40 ekor sapi. "jumlah ini, menurun lima ekor dibandingkan tahun kemarin yang jumlahnya mencapai 45 ekor sapi," tambah Slamet. 

Dikatakanya, dari jumlah 40 ekor sapi tersebut, Pimpinan Cabang GKB mengalokasikan sebanyak 19 ekor sapi untuk kurban kemasan melalui LAZISMU Jawa Timur. 

Direktur LAZISMU Gresik, Minal Abidin, mengatakan, pada tahun ini LAZIZMU melalui program kurban kemasan menyediakan sebanyak 74 Shohibul qurban atau setara 264 juta rupiah. Jumlah ini, meningkat 50 persen dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 46 Shohibul qurban atau setara 158 juta rupiah. "Merebaknya wabah PMK, tidak mengurangi minat warga untuk berkurban," tandasnya. 

Pengurus Muhammadiyah Gresik, memastikan semua hewan kurban bebas dari PMK. Semua lokasi penyembelihan hewan kurban  melalui pemeriksaan kesehatan dokter hewan. "Pemeriksaan ini sesuai dengan arahan dari pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia agar daging yang didistribusikan memiliki keamanan dari sisi kesehatan," terang Budi Masruri.

Editor : Agus Ismanto
Bagikan Artikel Ini