get app
inews
Aa Text
Read Next : Ini Identitas 10 Korban Tewas dalam Longsor Maut Mojokerto

Hijaukan Hutan Gundul, Warga Lereng Gunung Raih penghargaan Kalpataru 2022

Rabu, 20 Juli 2022 | 16:18 WIB
header img
Daim peraih Kalpataru 2022, kategori perintis Lingkungan (FOTO : Dinas Kominfo Lumajang)

LUMAJANG, iNews.id - Daim, 61 tahun, warga Desa Sumber Petung, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, namanya mendadak viral dan membuat kagum banyak orang.

Betapa tidak. Lelaki paruh baya yang menghabiskan hidupnya di lereng pegunungan ini, meraih penghargaan Kalpataru 2022, kategori perintis lingkungan dari kementerian lingkungan hidup.

Penghargaan tersebut tidak diraih secara kebetulan. Karena, selama lebih dari 25 tahun, dia menghabiskan waktunya untuk merawat kebun Pinang yang ditanamnya dilereng gunung Lemongan, kabupaten Lumjang. 

Berkat ketekunan dan keuletanya, Daim berhasil menghijaukan lereng gunung yang gundul dan gersang menjadi kawasan hutan yang rindang.

Daim, sosok pelestari lingkungan, mengatakan, ketertarikanya merawat gunung berawal dari rasa keprihatinan akan kondisi lereng gunung yang gundul akibat pembalakan kebakaran hutan di musim kemarau.

Kondisi ini menyebabkan wilayahnya menjadi langganan banjir dan tanah longsor, saat musim penghujan. "Saya prihatin. Karena itu, saya berusaha mengembalikan kerusakan hutan," ujarnya Daim, Rabu, (20/7/2022). 

Sejak tahun 1996, ia mulai menanami hutan gundul dengan beragam tanaman, termasuk tanaman buah-buahan agar hasilnya bisa dinikmati warga sekitar.

Seiring perjalanan waktu, Daim, akhirnya memilih mananam pohon pinang. Alasanya, tanaman Pinang perawatanya lebih mudah dan dapat tumbuh subur di lereng gunung. 

"sejak itu, saya terus melanjutkan menanam pinang," uraniya. 

Usaha kerasnya yang tidak mengenal lelah, sempat mendapatkan respons negatif warga sekitar. Sebagian warga, bahkan menganggapnya gila. 

"Saya dikira gila, arena setiap hari, pergi ke hutan menempuh perjalanan sejauh tiga kilometer dengan membawa bibit pohon pinang," jelas Daim mengenang perjalan usahanya.

Usaha kerasnya, kini membuahkan hasil. Kawasan hutan yang semula gundul, kini dipenuhi sebanyak 8 ribu pohon pinang di lahan seluas 14 hektar. 

Selain mencegah banjir dan tanah longsor, lanjut Daim, dirinyajuga berhasil mempekerjakan warga sekitar, saat musim panen buah pinang.
"Semoga banjir dan tanah longsor tidak terjadi lagi," harapnya. 

Sosok lelaki pelestari lingkungan, kini gencar mengkampanyekan gerakan tanam pohon kepada generasi muda dan kalangan mahasiswa, Upaya ini dilakukan untuk menyelamatkan lingkung

Editor : Agus Ismanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut