get app
inews
Aa Text
Read Next : Ini Identitas 10 Korban Tewas dalam Longsor Maut Mojokerto

Lestarikan Tradisi, Warga Gresik Gelar Jamasan Pusaka

Jum'at, 29 Juli 2022 | 23:14 WIB
header img
Jamasan pusaka, salah satu upaya menjaga kemurnian benda pusaka dari kerusakan dan melestarikan tradisi budaya leluhur.

GRESIK, iNews.id - Jamasan Pusaka, menjadi salah satu tradisi yang identik dilaksanakan pada pada bulan Muharram atau malam satu Suro dalam penanggalan Jawa. Tradisi warisan leluhur ini, telah berlangsung secara turun temurun  dilaksanakan di sejumlah wilayah di pulau Jawa. 

Tradisi jamasan pusaka, salah satunya dilaksanakan kelompok pecinta benda bersejarah di rumah budaya,  terletak komplek perumahan Gresik Kota Baru (GKB), kecamatan Kebomas, kabupaten Gresik. 

Pemerhati budaya Jawa , Slamet Supriyanto (68). mengatakan,  Jamasan pusaka tidak sekedar melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga untuk merawat benda-benda pusaka agar terjaga keaslian dan kemurniannya.

"Tujuan jamasan pusaka,  untuk menjaga kebersihan benda pusaka dan melestarikan tradisi warisan leluhur," ujarnya Slamet Supriyanto, yang juga seorang kolektor benda pusaka, Jumat (29/7/2022). 

Penjamasan pusaka, lanjutnya, merupakan tradisi  membersihkan kotoran  atau karat yang melekat di benda pusaka., diantaranya keris, tombak, dan benda bersejarah  lainnya. Keris  atau benda pusaka yang telah dibersihkan, kemudian diberi warangan atau sejenis cairan arsenik.  

"Jika rutin dijamas,  benda pusaka yang telah  berusia ratusan tahun,  maka kondisinya akan tetap bersih dan tidak mudah berkarat," ungkapnya. 

Sesepuh kelompok  pecinta benda pusaka di Gresik, menambahkan,  pembersihan pusaka di bulan Suro, sebenarnya untuk mempermudah daya ingat (Pengiling-iling). 

"Hanya itu saja. Kalau saya, membersihkan pusaka tidak harus di bulan Suro," terangnya. 

Lebih lanjut Slamet Supryanto menambahkan, bulan Suro bagi warga Jawa memang dikenal sebagai bulan "Sakral" atau  bulan yang mengandung mistis. "Dianggap bulan sakral, karena tradisi masyarakat Jawa, bulan Suro merupakan bulan penentu perjalanan hidup," ungkapnya. 

Seorang penjamas pusaka, Edityo, mengatakan, Proses pembersihan pusaka dilaksanakan dengan cara tradisional. Menggunakan air tujuh sumbe dicampur bunga tujuh rupa, telur ayam, dan dan buah kelapa muda.


"Penjamasan diawali dengan mengangkat kotoran atau korosi menggunakan larutan jeruk nipis," terangnya. 

Kemudian, lanjutnya, keris atau benda pusaka yang telah dibersihkan diberi warangan atau sejenis cairan arsenik. "Tujuannya agar keris atau benda pusaka tersebut awet dan tidak mudah berkarat," ungkapnya.

Ia menambahkan, prosesi penjamasan pusaka merupakan, event budaya dalam rangka melestarikan tradisi masyarakat yang berlangsung secara turun temurun. 

"Jadi, prosesi jamasan, menjadi salah satu upaya melestarikan budaya dan menjaga benda pusaka dari kerusakan atau korosi,"," pungkasnya. 

Editor : Agus Ismanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut