Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Bakar Ban Bekas di Depan Gedung DPRD Gresik

Agus Ismanto
.
Kamis, 15 September 2022 | 20:54 WIB
Massa pengunjukrasa melakukan aksi bakar ban di depan Gedung DPRD Gresik sebagai ungkapan protes terhhadap kenaikan harga BBM.

GRESIK, iNews.id - Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjukrasa menolak kenaikan harga BBM di depan kantor Bupati dan di halaman gedung DPRD Gresik,Kamis (15/9).

Massa aksi Koalisi PMII, GMNI, HMI, GSBI dan Pemuda Progresif menggelar unrasnya dengan melakukan gelar poster berisi tuntutanya diantaranya batalkan kenaikan harga BBM, turunkan harga sembako dan tolak PHK Massa.

Mereka mengawali aksi unjukrasa dengan melakukan orasi secara bergantian di depan kantor bupati Gresik dengan pengawalan ketat petugas kepolisian polres Gresik.

Dalam orasinya, mereka mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM, karena menambah penderitaaan rakyat. Seharunya pemerintah memaksimalkan BBM bersubsidi tepat sasaran.

"Kami akan terus bergerak mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM, karena menyengsarakan rakyat," ujar Korlap aksi, Ali Maksum.

Aksi unjukrasa ini berlangsung selama lebih dari 1 jam. Mereka akhirnya mereka ditemui Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

"Kami akan Meneruskan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat. Karena persoalan kenaikan harga BBM bukan kewenangan Pemkab Gresik," ungkapnya. 

Massa pengunjukrasa kemudian melanjutkan aksinya dengan melakukan konvoi menuju gedung DPRD Gresik. Sepanjang perjalanan mereka mendapatkan pengawalan petugas kepolisian. 

Di depan gedung DPRD, massa pengunjukrasa mendesak wakil rakyat tidak tinggal diam melihat kondisi rakyat yang menderita akibat kenaikan harga BBM.

"Kita minta DPRD Gresik proaktif membantu rakyat yang semakin menderita akibat kenaikan harga BBM," ujar Korlap aksi, Ali Maksum.

Selama 1 jam berorasi, massa pengunjukrasa akhirnya ditemui Wakil ketua DPRD Gresik, Mujid Ridwan. Di hadapan pengunjukrasa, Mujid Ridwan berjanji meneruskan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat.

"Semua aspirasi mahasiswa langsung kami teruskan ke pemerintah pusat," ujarnya.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Namun, mereka mengamcam akan kembali berunjukrasa jika pemerintah mengabaikan aspirasinya.

Editor : Agus Ismanto
Bagikan Artikel Ini