Jaga Kelestarian Lingkungan, SIG Hadirkan Solusi Pengelolaan Limbah Melalui Nathabumi

Agus Ismanto
.
Senin, 19 September 2022 | 22:00 WIB
Aktivitas pengecekan flow meter sebelum dilakukan pemusnahan Bahan Perusak Ozon (BPO) di fasilitas Ozone Depleting Substances (ODS) Pabrik Narogong, Jawa Barat.

GRESIK, iNews.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)  terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui unit bisnis Nathabumi. Unit bisnis ini, menawarkan solusi pengelolaan limbah akibat peningkatan radiasi ultraviolet matahari, terutama UV-B dampak menipisnya ozon. 

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Nathabumi memberikan layanan analisa limbah dan sampah, pengemasan dan transportasi limbah, persiapan dan co-processing limbah, pemanfaatan limbah, pelatihan pengelolaan limbah serta jasa pemetaan dan konsultasi mengenai limbah.

"Unit bisnis Nathabumi bisa menjadi mitra strategis bagi dunia industri dan pemerintah daerah dalam mencapai posisi lingkungan yang lebih baik, menuju masa depan tanpa limbah,” ujar Vita Mahreyni, di Jatim Environment Exhibition & Forum 2022 di JX International Convention Exhibition, Surabaya, Rabu (14/9/2022).

Dikatakanya, Nathabumi telah bekerja sama dengan pemerintah daerah di Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kerjasama itu berbentuk pengolahan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk refuse-derived fuel (RDF).

RDF, lanjutnya, merupakan energi terbarukan yang dihasilkan dari meterial sampah domestik perkotaan melalui proses pengolahan dengan metode pengeringan secara biologi atau bio-drying .

"Unit bisnis Nathabumi telah berkontribusi nyata mengelola limbah sampah berkelanjutan menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan," paparnya.

Selain Nathabumi, lanjut Vita Mahreyni, SIG juga banyak mengenalkan program lingkungan lain. Seperti metode reklamasi Sistem Alur di pabrik Tuban, pemberdayaan petani green belt di Pabrik Tuban, serta pengelolaan limbah dan sampah yang dilakukan oleh Nathabumi sebagai salah satu unit bisnis SIG.

“Sistem Alur adalah terobosan teknik reklamasi di lahan bekas tambang batu gamping di pabrik Tuban. Teknik yang diterapkan dalam sistem alur adalah dengan cara membuat cekungan, berbentuk alur memanjang pada lahan bekas tambang,” tuturnya.

Menurutnya, struktur lahan bekas tambang kapur sangat keras membutuhkan proses menggunakan rock breaker untuk membuat cekungan. "Teknik ini memiliki keunggulan membuat tanaman tumbuh lebih cepat dibandingkan menggunakan sistem tebar,” ungkapnya.
.
Sementara itu, Jatim Environment Exhibition & Forum 2022 digelar dinas lingkungan hidup provinsi Jawa Timur yang diikuti sejumkah perusahan BUMN dan swasta, instansi pemerintah hingga civitas akademik yang ada di provinsi Jawa Timur. 

Pameran ini menampilkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup seperti pengelolaan limbah cair, udara, limbah B3, serta penghargaan bidang lingkungan hidup yang telah diperoleh, dan inovasi di dalam pengelolaan lingkungan yang dilakukan.

Editor : Agus Ismanto
Bagikan Artikel Ini