Freeport Gandeng Takmir Masjid Kelola Limbah Konstruksi Smelter Gresik

Agus Ismanto
.
Minggu, 20 November 2022 | 19:13 WIB
PT Freeport Indonesia (PTFI) menggandeng takmir masjid Jami Manyar (YATAMAM) dan PT Raya Manyar Persaya (RMP) untuk mengelola pabrik pemurnian atau smelter di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

GRESIK, iNews.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) menggandeng takmir masjid Jami Manyar (YATAMAM) dan PT Raya Manyar Persaya (RMP) untuk mengelola limbah pabrik pemurnian atau smelter di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Kerjasama diwujudkan melalui pembentukan Pusat Transformasi Bersama (PTB) sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan perekonomian warga di sekitar perusahaan. 

Executive Vice President Corporate Planning & Business Strategy PTFI, Horst Garz mengatakan  kerja sama pendirian fasilitas pengolahan limbah smelter ini sebagai dukungan perusahaan terhadap prioritas komunitas Gresik dalam pengelolaan limbah.

"Kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya keberlanjutan ini," ujar Horst Garz, saat peresmian PTB di desa Manyarrejo, kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (19/11/2022).

Horst Garz menambahkan keberadaan fasilitas PTB akan mendukung visi dan misi masyarakat Gresik dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab melalui 3R (reuse, reduce, dan recycle), sekaligus mengambil peran dalam ekonomi sirkular. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan mengapresiasi sinergitas PTFI, YATAMAM dan juga pemerintah Kabupaten Gresik yang terus mendukung proses hingga terwujudnya PTB ini. 

“Mudah-mudahan PTB bisa bermanfaat untuk masyarakat, terutama masyarakat Manyar dan Gresik. Melalui PTB ini, kita berubah untuk menjadi pemenang dalam arti bisa memberikan manfaat, baik kepada kepala desa yang hadir dan juga masyarakat”, ujar Bupati Gus Yani.

Senada,  Ketua Yayasan Takmir Masjid Jami Manyar (Yatamam) Ust H Abdul Mu'id Zahid mengatakan, kerja sama ini termasuk pembiayaan pendidikan anak yatim dan sarana pengembangan sumber daya manusia yang ingin terjun ke dunia industri.

"Mudah-mudahan sampah industri bisa diserap maksimal di tempat ini, sehingga angan-angan kami dapat memberikan donasi ke 500 anak yatim bisa terlaksana dan BLK yang nanti dibangun bisa dilaksanakan," katanya.

Ia menambahkan nilai manfaat murni untuk masyarakat di Manyar menjadi sebuah proyek percontohan bagi industri lain agar bersinergi dengan masyarakat.

"Kami harapkan kawasan lain meniru seperti ini, juga membuka diri. Ini dibuktikan dengan Freeport di Manyar ini," tandasnya.

Informasi yang dihimpun, fungsi utama fasilitas pengolahan limbah PTB yakni sebagai fasilitas pengalihan sampah daur ulang sementara (Temporary Recyclable Waste Transfer Facility) untuk proyek smelter Manyar.

PTB akan mengupayakan pemulihan material melalui konsep daur ulang sehingga dapat mengurangi sampah anorganik yang dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Strategi pengurangan limbah smelter Manyar mencakup proses pemilahan limbah konstruksi secara langsung di lokasi smelter, pengolahan limbah di fasilitas tersebut, serta penjualan hasil produk pengolahan limbah bernilai tambah oleh pihak ketiga atau penerima manfaat.

Contohnya, pengelolaan besi sisa tiang pancang yang dipilah, dibersihkan, dan dipotong sebelum dijual kepada pembeli lokal. 

Pada tahap pertama, fungsinya diutamakan untuk mengelola besi sisa tiang pancang, kayu sisa pendukung konstruksi, dan material sisa pengemasan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta bank sampah setempat, hal ini untuk mengukuhkan kembali strategi perusahaan dalam keberlanjutan dan perwujudan ekonomi sirkular.

Editor : Agus Ismanto
Bagikan Artikel Ini