get app
inews
Aa Text
Read Next : Waspada Stroke Usai Lebaran! Dokter Saraf Ungkap Penyebab dan Cara Mencegahnya

Pasca Lebaran, Saatnya Putus dari Lingkaran Setan Obat Diabetes!

Jum'at, 04 April 2025 | 09:35 WIB
header img
Pola makan tinggi gula dan karbohidrat selama perayaan menjadi penyebab lonjakan kadar gula darah yang sulit dikendalikan tanpa bantuan obat. (FOTO : iNews Gresik/ istimewa)

GRESIK, iNewsGresik.id — Perayaan Lebaran identik dengan hidangan lezat dan makanan manis yang menggugah selera. Namun, bagi penderita diabetes, momen ini sering kali menjadi tantangan besar dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Melansir dari berbagai sumber, pasca Lebaran banyak penderita diabetes yang kembali bergantung pada obat-obatan untuk mengendalikan kondisi mereka. Para pakar kesehatan pun mengingatkan pentingnya memutus lingkaran setan ketergantungan obat diabetes dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan, jumlah pasien diabetes yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan cenderung meningkat setelah Lebaran. Pola makan tinggi gula dan karbohidrat selama perayaan menjadi penyebab lonjakan kadar gula darah yang sulit dikendalikan tanpa bantuan obat.

“Banyak pasien yang mengalami peningkatan dosis obat pasca Lebaran karena gula darahnya melonjak drastis,” ujar Dr. Andi Prasetyo, spesialis endokrinologi.

Ketergantungan pada obat diabetes sering kali menjadi dilema. Obat memang membantu menurunkan kadar gula darah, tetapi tanpa perubahan pola hidup, pasien bisa terus bergantung pada obat seumur hidup. Bahkan, beberapa obat memiliki efek samping seperti penambahan berat badan serta peningkatan risiko komplikasi, seperti gangguan ginjal dan jantung.

Lantas, bagaimana cara memutus lingkaran setan ini? Para pakar kesehatan menegaskan bahwa solusi terbaik bukan sekadar mengonsumsi obat, melainkan mengubah gaya hidup secara menyeluruh. “Pasca Lebaran adalah momen yang tepat untuk kembali menerapkan pola makan sehat, berolahraga teratur, dan mengelola stres dengan baik,” kata Dr. Andi.

Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:

Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan.

 

Memperbanyak asupan serat dari sayur, buah rendah gula, dan biji-bijian.

 

Rutin berolahraga untuk meningkatkan sensitivitas insulin.

 

Mengatur pola makan dengan porsi yang lebih seimbang dan terkontrol.


Pemerintah dan tenaga medis terus mengkampanyekan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pengelolaan diabetes dengan pendekatan alami.

“Obat tetap diperlukan dalam beberapa kondisi, tetapi jangan sampai menjadi satu-satunya andalan. Kuncinya ada pada pola hidup sehat,” tutup Dr. Andi.

Dengan kesadaran dan disiplin dalam mengatur gaya hidup, diharapkan penderita diabetes dapat memutus lingkaran setan ketergantungan obat dan menjalani hidup yang lebih sehat serta berkualitas.

Editor : Agus Ismanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut