Penggiat Budaya Dukung Pabrik Semen Tertua di Indonesia Menjadi World Heritage

Agus Ismanto
.
Rabu, 23 November 2022 | 23:23 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mendukung Pabrik Semen Indarung I dan PLTA Rasak Bungo melik PT Semen Padang mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu world heritage atau warisan budaya dunia.

GRESIK, iNews.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mendukung Pabrik Semen Indarung I dan PLTA  Rasak Bungo melik PT Semen Padang mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu world heritage atau  warisan budaya dunia.

"Selayaknya kedua bangunan tua di kawasan Semen Padang menjadi  World Heritage, karena usianya lebih dari 100  tahun dan menyimpan banyak sejarah dan teknologi yang luar biasa pada masanya," ujarnya dalam orasi budaya di  acara  "Indarung Arts Market Festival 2022' di Pabrik Indarung I, Rabu (23/11/2022).

Pabrik Indarung I didirikan Belanda pada tahun 1910. Dulunya bernama NV Nederlandsch-Indische Portland Cement  Maatschappij atau NIPCM. Sedangkan PLTA Rasak Bungo pada 1908 menjadi satu-satunya sumber energi listrik yang  digunakannya untuk membangun Pabrik Indarung I.

Rieke Diah Pitaloka menyampaikan pembangunan infrastruktur membutuhkan semen sebagai kebutuhan dasar dalam setiap pembangunan fisik.Infrastruktur yang baik adalah salah satu amanat konstitusi untuk kesejahteraan  rakyat.

"Semen adalah material vital yang dibutuhkan untuk mengeskplorasi potensi ekonomi, menjadi kekuatan ekonomi yang  pada pasal 33 konstitusi kita dinyatakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," terangnya. 

Politisi yang juga pengggiat budaya ini mengungkapkan bertekad memperjuangkan pabrik semen pertama dan tertua di Indonesia sebagai World Heritage oleh UNESCO. “Saya tidak mau Indarung hilang dari sejarah. Saya  tidak mau Indarung  dilupakan. Saya butuh energi, semangat, dan kecintaan tanah air yang terekam di besi  berkarat Indarung,” ungkapnya. 

Lebih jauh Rieke Diah Pitaloka menambahkan segera melakukan perjumpaan kebudayaan bersama Indarung Heritage Society dan SIG untuk merintis pembentukan tim kecil. Menurutnya tim ini akan memperjuangkan arsip Indarung sebagai Memori Kolektif Bangsa agar ditetapkan sebagai World Heritage oleh UNESCO.

"Makanya ini perlu diperjuangkan agar Pabrik Semen Indarung I dan PLTA Rasak Bungo melik PT Semen Padang mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu world heritage atau warisan budaya dunia," pungkasnya.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sebagai strategic  holding company PT Semen Padang menyambut baik dukungan anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah  Pitaloka. 

“Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo merupakan tonggak sejarah dan simbol kemandirian bangsa. Sejumlah mahakarya kebanggaan bangsa, seperti Monumen Nasional (Monas), Gedung DPR/MPR  dan Jembatan Semanggi di Jakarta, hingga Jembatan Ampera di Palembang yang masih berdiri hingga saat ini menjadi  saksi kokohnya produk Semen Padang yang dihasilkan di Indarung,” kata Vita Mahreyni.

Dikatakanya, pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo mulai didaftarkan Manajemen PT Semen Padang, pada tanggal 28 Oktober 2022 menjadi Cagar Budaya Kota Padang dan Peringkat Provinsi pada tanggal 10 November 2022. Saat ini sedang proses menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional. 

"Selanjutnya akan dilakukan pengurusan sebagai situs warisan budaya dunia dari UNESCO," ungkapnya.

Diketahui, pabrik semen yang berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat merupakan pabrik semen pertama dan tertua di Indonesia bahkan Asia Tenggara. 

Pabrik Indarung I resmi dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia pada 5 Juli 1958.Pabrik semen tertua ini telah memproduksi jutaan ton semen untuk memenuhi kebutuhan semen di dalam negeri dan luar negeri. 
 

Editor : Agus Ismanto
Bagikan Artikel Ini