Serunya Lomba Dayung Tradisional, Peserta Remaja Hingga Ibu Ibu PKK

Agus Ismanto
.
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 09:44 WIB
Sebagian peserta perahunya hanya berputar putar mengelilingi tambak, meski telah mengayuh dayung sekuat tenaga

GRESIK, iNews.id - Keseruan mewarnai lomba dayung tradisional HUT ke-77 Republik Indonesia (RI) di desa Gredek, Kecamatan Duduksampaean, kabupaten Gresik.

Perayaan agustusan yang digagas pemuda dan karang taruna desa setempat, tidak hanya diikuti kelompok remaja, tetapi juga ibu ibu PKK dari desa lain di sekitarnya.

Uniknya, sebagian peserta, tidak bisa menjangkau garus finish. Perahu dayungnya hanya berputar-putar mengelilingi tambak. Padahal, mereka sudah mandayung sekuat tenaga.

Aksi kocak sejumlah peserta ini, sontak mengundang gelak tawa ratusan penonton yang mengelilingi tambak sepanjang 100 meter. Meski kalah dan tidak menjangkau garis finish, tetapi mereka tetap bersemangat sambil meneriakkan yel yel.

Keseruan lomba dayung tidak berhenti disini. Sejumlah peserta terpaksa menceburkan diri ke tambak, untuk mengendalikan arah perahunya mengikuti route yang ditentukan. 

Seorang peserta anggota Polsek Duduksampean, Prayit, mengatakan, lomba dayung tidak sekedar menghibur, tetapi juga menjadi saraba bernostalgia. "Dahulu, setiap  pulang sekolah, kami bersama teman-teman kerap bermain perahu di tambak," ujarnya, Kamis (18/8/2022). 

Dikatakanya, soal hadiah tidak utama. Terpenting bisa berpartisipasi merayakakn HUT RI, bersilaturahim dan menanamkan nilai nilai sportifitas dalam perlombaan. 

"Lomba dayung ini, seakan bernostalgia mengingatkan masa masa kecil dahulu bermain bersama teman teman sebaya di tambak," paparnya. 

Kepala Desa Gredek, M Bahrul Ghofar mengatakan, lomba perahu dayung ini sebagai sarana hiburan sekaligus nostalgia warga. Pasalnya, mendayung perahu telah menjadi bagian keseharian warga sejak masa anak-anak.

"Lomba ini, tidak sekedar memburu hadiah, tetapi sarana nostalgia warga. Mengingatkan kembali masa masa indah semasa kecil dahulu," ujar M Ghofar, Kamis (18/8/2022).

Dikatakanya, lomba dayung tradisional juga untuk membangkitkan kembali semangat bergotong royong antar warga yang telah terbangun sejak jaman nenek moyang.

"Melalui lomba dayung tradisional, warga membangun semangat nasionalisme dan patriotisme untuk menghirmati jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan," paparnya. 

Ketua panitia lomba perahu dayung Andrian Adi Prasetya menjelaskan, lomba ini telah berlangsung secara turun temurun, tetapi sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. 

Namun, pada tahun ini terasa berbeda. Para peserta begitu antusias. Bahkan, sejumlah ibu ibu PKK, remaja, wartawan, anggota polisi, TNI, hingga para nelayan turut serta merayakan lomba yang menjadi agenda tahunan desa.

“Semoga lomba dayung ini, menjadi penyemangat warga terus berolahraga dan melestarikan tradisi leluhur," ujarnya. 

Andrian Adi Prasetya menambahkan, lomba ini diikuti sebanyak 24 peserta dari berbagai penjuru wilayah di Gresik. Dilaksanakan selama 3 hari dengan total hadiah sebesar Rp 8 juta. 

“Dari 24 peserta, 20 diantaranya peserta luar Desa Gredek. Kriteria perlombaan kecepatan. Siapa cepat kembali ke garis start itulah pemenangnya,” ujarnya. 

Editor : Agus Ismanto
Bagikan Artikel Ini