52 Desa di Gresik Kekeringan, Warga kesulitan air bersih

Agus Ismanto
.
Kamis, 29 September 2022 | 22:57 WIB
Warga mengandalkan pasokan air bersih dari BPBD Gresik. Musim kemarau menyebabkan waduk yang menjadi sumber air bersih mengalami kekeringan.

GRESIK, iNew.id - Sebanyak 52 desa tersebar di 9 kecamatan di kabupaten Gresik mengalami krisis air bersih dampak musim kemarau.  Warga kini, mengandalkan pasokan air bersih dari BPBD Gresik,  karena waduk yang menjadi sumber air bersih warga mengalami kekeringan. 

Desa Betis Benem, kecamatan Duduksampean, kabupaten Gresik, salah satu desa yang sejak sepekan sebulan terakhir mengalami krisis air bersih.  Mereka kini mengandalkan pasokan air bersih dari BPBD.

Salah satu warga, Sulkhan (45), mengatakan kondisi krisis air bersih telah berlangsung sejak 3 bulan terakhir. Namun, mencapai puncaknya pada satu bulan terahir. 

"Waduk yang menjadi sumber air bersih warga telah mengering, akibat musum kemarau," ujarnya.

Menurutnya, warga kini mengandalkan air bersih dari BPBD Gresik. Jika tidak dipasok, maka warga harus mengeluarkan biaya ektra untuk membeli air bersih dari truk tanki, seharga Rp 140 ribu per tangki.

"Kalau, sebulan 3 tangki, maka saya harus mengeluarkan biaya beli air mencapai Rp 420 ribu," terangnya. 

Bantuan air bersih dari BPBD, lanjutnya, sangat membantu meringankan beban warga. Karena itu, warga berharap BPBD terus meningkatkan pasokan air bersih kepada warga. "Alhamdulilah dapat bantuan air bersih. Semoga jumlahnya terus ditingkatkan," pintanya.

Nursyahid, Kepala desa Betis Benem,  mengatakan di musim kemarau, warga selalu mengandalkan pasokan air bersih dari BPBD. Karena, tidak punya pilihan lain. Waduk yang menjadi sumber air bersih mengalami kekeringan. Sedangkan, sumur warga airnya menjadi payau.

"Kondisi krisis air bersih sudah berlangsung selama bertahun tahun," ujarnya.

Dikatakanya,  persoalan krisis air bersih akan teratasi, jika desanya dialiri jaringan PDAM. Warga berulangkali membuat sumur untuk air bersih di desanya. Namu, sumur justeru mengeluarkan air payau.
 
"Warga berharap PDAM segera mengalir di desanya, sehingga krisis air bersih yang sudah berlangsung puluhan tahun segera teratasi," harap Nursyahid.

Sementara itu, BPBD sejak awal bulan September lalu, telah mensuplai kebutuhan air bersih di sejumlah dea ayang mengalami kekeringan. Droping air bersih dilakukan secara bergiliran ke masing masing desa.

Hingga akhir bulan september, BPBD Gresik mendata sebanyak 52 desa tersebar di 9 kecamatan mengalami krisis air bersih, diantaranya wilayah kecamatan Duduksampean sebanyak 16 desa. Balungpanggang dan Bunga masing masing 3 desa. Cerme, Kedamean dan Manyar masing masing 4 desa. Sidayu 9 desa, Menganti 2 desa dan Benjeng sebanyak 7 desa.

Editor : Agus Ismanto
Bagikan Artikel Ini