Waspada! Sejumlah Ruas Jalan di Gresik Selatan Terendam Banjir Meluapnya Sungai Lamong

Agus Ismanto
.
Minggu, 27 November 2022 | 19:42 WIB
Puluhan pengendara motor mogok karena tidak mampu menerjang genangan banjir di jalan Morowudi, cerme, Gresik .

GRESIK, iNews.id - Sejumlah ruas jalan di wilayah Gresik bagian selatan terendam banjir akibat melupanya sungai Lamong. Kondisi terparah terjadi di ruas jalan raya di desa Morowudi, kecamatan Cerme dengan kedalaman mencapai 40 centimer sampai 60 centimeter.

Puluhan  kendaraan bermotor mogok, karena tak mampu menerjang derasnya genangan banjir. Meski demikian, sebagian pengendara motor nekad melintas meski dengan cara menuntut motornya di tengah banjir.

Seorang pengguna jalan, Dani Setiawan, mengatakan, terpaksa melintas di genangan banjir daripada harus jalan memutar sejauh 8 kilometer melewati desa Metatu. 

"Ya, memang beresiko mogok. Tapi, gak papa daripada harus berjalan memutar sejauh 8 kilometer," ujarnya, Minggu (27/11/2022).

Menurutnya, tingginya volume kendaraan, terutama roda 4 menjadi penyebab mogoknya sejumlah kendaraan. Pasalnya, roda 4 menimbulkan ombak besar sehingga menerjang mesin motor. 

"Mungkin banjir tidak terlalu besar, sehingga kendaraan roda 4 masih dibolehkan melintas," terangnya.

Camat Cerme, Umar Hasyim, mengatakan, tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir menyebabkan debit sunga lamong terus meningkat, sehingga meluap dan menggenangi wilayah di sekitarnya.

"Memang curah hujan cukup tinggi, sehingga debit sungai terus meningkat sehingga meluap," ujarnya. 

Kondisi terparah,lanjutnya, terjadi di ruas jalan raya Morowudi yang menjadi akses utama di wilayah Gresik bagian selatan. Pengendara roda 4 harus melintasi genangan banjir secara bergiliran agar tidak menimbulkan ombak besar.

"Lalu lintas masih lancar. Tetapi harus melintas bergiliran agar tidak menyebabkan mogok kendaraan lain,: tandasnya. 

Menurutnya, di wilayah Cerme, ada 9 desa yang terendam banjir, di antaranya  desa Dadapkuning ; Ngembung, Sukoanyar, Guranganyar, Desa Dungus, Morowudi, Pandu, Betiting dan Iker-ikergeger. 

"Namun, kondisi di pemukiman warga masih relatif aman, dengan kedalaman berkisar antara 10 centimeter di 15 centimeter," terangnya.

Menurutnya,  kondisi air laut yang sedang pasang menyebabkan tersendatna aliran air menuju ke laut. "Dibandingkan banjir hari kemarin, banjir pada hari sudah mulai surut," pungkasnya. 
 

Editor : Agus Ismanto

Follow Berita iNews Gresik di Google News

Bagikan Artikel Ini