Banjir Bandang Bawean Meluas, Warga Desa Dusun di Kecamatan Tambak Terisolir

Agus Ismanto
Jembatan di Desa Kelompanggubug, Kecamatan Tambak, Bawean, Gresik runtuh karena tak mampu menahan derasnya arus banjir

GRESIK, iNews.id - Banjir bandang juga melanda sejumlah desa di wilayah kecamatan Tambak, Bawean, Kabupaten Gresik. Selain merendam kawasan pemukiman penduduk, banjir bandang juga meruntuhkan jembatan penghubung antar dusun di desa Kelompanggubug, Kecamatan Tambak.

Kapolsek Tambak, Iptu Syaifuddin mengatakan, jembatan yang ambruk merupakan akses yang menghubungkan Dusun Jati jati dengan Dusun Pategalan di Desa Kelompanggubug, Kecamatan Tambak. Tingginya curah hujan dan kondisi air laut yang sedang pasang diduga menjadi penyebab terjadinya banjir.

“Jembatan ambruk, karena tak mamou menahan derasnya arus banjir," ujarnya, saat meninjau jembatan yang roboh Kamis, (2/3/2023).

Dikatakanya, jembatan dengan ukuran 8 meter × 3,5 meter merupakan satu satunya akses menuju sekolah UPT SDN 385 Gresik di Dusun Pateggelan. Akibatnya, warga dan Guru harus yang melintas harus menyebrang sungai. 

“ Sebanyak 40 KK Warga di Dusun Pategalan dan sebanyak 35 kk warga di Dusun Klocot terisolir. Mereka tidak bisa turun dan naik untuk beraktivitas,” terangnya. 

Banjir juga melanda empat desa di Kecamatan Tambak yakni Desa Tanjungori, Peromaan, Gelam Telukjatidawang. Di Desa Tanjungori, bahkan terjadi longsor sehingga menutup ruas jalan dan menerjang dinding rumah warga di Dusun Langgetan. 

“Di Desa Telukjatidawang, Ini banjir yang paling parah dari pada banjir yang terjadi sebelumnya. Ada sekitar 100 lebih rumah tergenang,” ucap Kades Telukjatidawang Fahrur Rozi. 

Lalu di Desa Peromaan area wisata putra Kastoba, lahan persawahan, dan longsor di irigasi sawah dan jalan poros desa. 

“Sementara ini banjir dan longsor belum terdampak ke rumah warga,” ucap Abdullah warga Desa setempat. 

Di Desa Gelam, tanggul sungai Raje setinggi 2,5 meter jebol sepanjang 50 meter. Sehingga air meluap masuk ke area pemukiman warga di bantarsan sungai di Dusun Keramat Baru. 

“Ada sekitar 22 rumah dimasuki air lumpur coklat sampah setinggi 1 meter, ditambah lampu PLN mati semalam,” ucap istri Kades Gelam Irada. 

Sementara itu, Kepala BPBD Gresik Darmawan masih melakukan asesmet musibah banjir dan longsor yang terjadi di Pulau Bawean. “Kami masih melakukan pendataan dampak terjadinya banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, banjir di Pulau Bawean sudah terjadi sebanyak empat kali dengan jarak yang berdekatan. Yakni pada akhir tahun 2022 lalu dan awal tahun 2023. Kemudian di awal bulan Februari 2023, dan terakhir awal bulan Maret 2023 ini. 

Editor : Agus Ismanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network