Pasar Bandeng Kawak, Tradisi Warga Gresik Sambut Idhul Fitri

Agis
Salah satu pengunjung, Muhammad Tajuddin, saat berbelanja banjeng Kawak

iNewsGresik.id - Pasar bandeng kawak Gresik kembali digelar di kota santri Gresik. Tradisi warisan Sunan Giri tersebut digelar selama 3 hari berturut-turut (6-8/4/2024) di sepanjang jalan Samanhudi, Kecamatan Gresik kota, Kabupaten Gresik.

Berbeda dengan pasar kaget pada umumnya, karena tradisi pada akhir Ramadhan ini, menghadirkan petambak bandeng, khususnya di pesisir utara Gresik. Mereka memamerkan dan menjual bandeng kawak (Jumbo) dengan ukuran lebih dari 3 kilogram per ekor.

Hadirnya ratusan petambak bandeng ini, telah berlangsug selama ratusan tahun. Konon bagian dari sejarah Kerajaan Giri Kedhaton, atau Sunan Giri, salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Pulau Jawa. 

Bagi warga Gresik, kegiatan pasar bandeng merupakan ungkapan rasa syukur atas keberhasilan dalam menjalankan ibadah puasa juga untuk memamerkan dan menjual ikan bandeng hasil budidayanya.

Salah satu pengunjung, Muhammad Tajudin mengatakan pasar bandeng kawak selalu hadir di akhir bulan Ramadhan. Tepatnya pada H-3 dan H-2 Lebaran. Tradisi ini, merupakan peninggalan murid Sunan Giri. 

"Sebelum pulang ke kampung halaman, para santri Sunan Giri biasa belanja bandeng untuk oleh-oleh keluarga di kampung," ujarnya Senin (8/4/2024).

Setiap tahun, lanjut Tajuddin, warga Gresik, termasuk keluarganya selalu mengunjungi pasar tersebut untuk membeli ikan bandeng kawak untuk lebaran bersama keluarga, sanak famili dan handai taulan.

"Setiap tahun saya ke sini mas, biasanya membeli ikan bandeng untuk hidangan Lebaran saat malam takbiran," ujarnya.

Tajuddin menambahkan keberadaan ikan bandeng di tempat berbeda dengan yang ada di pasaran. Karena pembeli dapat merasakan bandeng segar, rasanya lebih gurih, dan ukurannya juga besar. 

"Bandeng ini cocok untuk beragam olahan. Namun, olahan pindang bandeng menjadi favorit warga di hari raya Idhul fitri," tandas Tajjudin.

Salah satu pedagang bandeng Kawak, Sumilah (54) mengatakan omset penjualanya pada tahun ini, meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kualitas bandeng yang lebih baik, menjadi daya tarik warga berburu bandeng. 

"Alhamdulilah. Tahun ini, sebanyak 1 ton bandeng kawak ludes terjual," ujar pedagang asal Desa Karangrejo, Kecamatan Bunga, Seni (8/4/2024). 

Keberadaan pasar bandeng, lanjutnya, sangat membantu warga, pedagang dan juga para petani. "Mereka bisa ketemu di satu titik yakni pasar bandeng kawak, sehingga lebih praktis," bebernya.

Diinformasikan, ikan bandeng berukuran besar itu kemudian dilelang bersama pejabat Pemkab Gresik. Momen tersebut, kini menjadi ikon atau lambang dalam kegiatan itu.

Editor : Agus Ismanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network