Inovasi Sop Pedes, Upaya Kecamatan Modo Lamongan Perkuat Konservasi Budaya

Agis
Tim SKK Provinsi Kawa TImut melakukan penilaian uji lapangan di kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan

LAMONGAN, iNewsGresik.id –  Tim penilai Sinergisitas Kinerja Kecamatan (SKK) Provinsi Jawa Timur 2023, melanjutkan penilian uji lapangan. Kali ini, tim penilai terdiri dari kalangan akademisi, Peneliti JPIP dan birokrasi mengunjungi Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.

Kecamatan Modo yang berada di barat Kabupaten Lamongan ini, memiliki inovasi unggulan Sop Pedes (Sinergitas Optimalisasi Potensi Desa). Inovasi ini, untuk mewujudkan potensi menjadi keunggulan desa, termasuk beberapa desa yang unggul di bidang kebudayaan. 

Camat Modo, Ahmad Kurniawan mengatakan kecamatan Modo merupakan wilayah bekas kerajaan Majapahit. Karena itu, pihaknya menggagas beragam program untuk memperkuat pelestarian seni, budaya, dan kepurbakalaan melalui Inovasi Sop Pedes (Sinergitas Optimalisasi Potensi Desa).

 “Inovasi Sop Pedes mampu mewujudkan potensi menjadi keunggulan desa, termasuk beberapa desa yang unggul di bidang kebudayaan,” ujarnya kepada tim penilai SKK Jatim, Jumat (1/12/2023). 

Camat Ahmad Kurniawan menambahkan Desa Sambangrejo, merupakan salah satu  desa yang ditetapkan Pemerintah Kecamatan menjadi Desa Budaya. Desa ini terdapat sejumlah warisan budaya, seperti Prasasti Garaman, Prasasti Sambangan I dan Sambangan II, Sendang Graman, Tradisi Perang Sempyuh, dan Budaya Nyadran.

“Langkah penetapan Desa Budaya ini dimulai dari Jagong Budaya bersama Forkopimcam, perangkat desa, masyarakat, dan sejarawan,” terang Camat Kurniawan.
 
Selain Desa Sambangrejo, lanjutnya, warisan budaya juga terdapat di Desa Mojorejo berupa Sitinggil, Makam Kyai Gede di Desa Sidodowo, dan Tapak Mada di Desa Sumberagung. Perlindungan dan pelestarian juga dilakukan di desa tematik lainnya. 

Kemudian Desa Kedungrejo ditetapkan sebagai Desa Wisata Religi karena terdapat Makam Syekh Hasan Ali, Desa Jatipayak dengan seni kerajinan anyaman bambu, dan Desa Yunyang dengan warisan budaya kuliner pengolahan emping. Juga ada Mojorejo sebagai Kampung Ternak dan Nguwok sebagai Desa Prestasi.

Kecamatan Modo juga melakukan berbagai program sistematis perlindungan dan pelestarian budaya. Menyelenggarakan serangkaian sarasehan untuk mengeksplorasi potensi budaya, mengadakan Napak Tilas, karnaval budaya, kegiatan Beksan Bareng, menciptakan motif batik khas Modo, sampai membantu proses ekskavasi prasasti. 

“Karena itu, Kecamatan Modo memiliki slogan ‘Modo Berbudaya’. Akronim dari Modo BERorientasi pelayanan, Bijak, Unggul, Dinamis, Akuntabel, nYaman, dan Amanah,” ungkap Camat Kurniawan,” ungkap Camat Ahmad Kurniawan. 

Sementara itu, Puji Wahyudi Saputra, anggota tim penilai SKK Jatim dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, mengatakan inovasi Sop Pedes ini memiliki diferensiasi dibanding kecamatan lain, karena kekhasan nuansa budayanya. 

“Bagus. Karena tidak banyak camat yang sukses menerapkan program ini. Didukung oleh pemerintah desa dengan adanya SK Desa tentang tim peduli budaya dan kelompok balai pelestarian budaya yang merujuk pada SK camat,” ujar Puji Wahyudi Saputra.

Editor : Agus Ismanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network